Sabtu, 18 Agustus 2012

Transfer Data Lewat Cahaya

Di masa depan, data dalam jumlah besar bisa dikirim lewat cahaya. Sebuah lampu baca cukup bagi seseorang untuk bisa menjelajahi internet. Cepat dan tidak ada halangan berarti.



Jika banyak pengguna menggunakan telpon genggam atau berselancar di internet pada saat yang bersamaan, maka transfer data menjadi lamban. Ini mungkin terjadi di stadion sepak bola yang penuh. Di New York, yang merupakan hotspot untuk penguna iPad, iPhone dan telpon pintar, lambannya akses internet sudah menjadi keseharian. Menjelang magrib, transfer data nirkabel hampir tidak berfungsi lagi. Apalagi, gelombang yang digunakan untuk mengirim data bisa saling menadirkan sehingga penerimaan data kerap terganggu dan terputus-putus.

Profesor Harald Haas mengembangkan teknologi baru untuk mentransfer data nirkabel: cahaya yang bersuara. Komunikasi data optis nirkabel, itulah kata kuncinya. Haas ingin menggunakan gelombang elektromagnetis cahaya yang terlihat mata. Prinsip dasarnya sangat sederhana: Lampu LED sengaja dipasok dengan listrik yang tidak stabil. Cahaya berkedip dengan kecepatan tinggi sehingga mata tidak dapat menangkapnya. Dan kedipan cahaya inilah yang mengandung informasi. Laptop dan iPhone yang dilengkapi detektor dapat menangkap dan membaca informasi dari lampu LED. Dengan cara ini, data dalam jumlah sangat besar ditransfer dengan kecepatan tinggi menggunakan teknologi morse cahaya. Di masa depan, lampu jalanan dan bahkan lampu lalu-lintas dapat dimanfaatkan untuk mentransmisikan data.
Teknologi ini dapat merevolusi transfer data dan kehidupan sehari-hari manusia. Jalur lebar nirkabel – kapan dan di mana saja, lebih cepat daripada kecepatan rata-rata internet di rumah atau di kantor saat ini. Teknologi ini memungkinkan banyak sekali aplikasi. Misalnya, transfer data pasien di rumah sakit. Saat ini, itu belum bisa dilakukan karena transmisi data terganggu oleh komputer tomografi. Kemungkinan lainnya adalah transfer data video di ruang tamu untuk menonton film. Transfer data ini tidak dapat disadap, karena cahaya tidak meninggalkan ruangan. Cahaya juga tidak menghasilkan smog elektro yang kerap dikritik pegiat lingkungan. Selain itu, transfer data melalui cahaya sangat hemat energi.
Di seluruh dunia ada persaingan ketat untuk meriset teknologi ini. Pemanfaatan cahaya, demikian dikatakan Haas, akan merevolusi komunikasi nirkabel.

Sumber
http://futurenow.dw.de/indonesia/2011/02/06/transfer-data-lewat-cahaya/#more-321

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.